Tidak ada satupun manusia yang bersedia untuk disebut Budak Dunia

Tidak satupun diantara kita yang merasa bangga disebut pencita harta

Baik, itu artinya kita sepakat.

Bahwa status pecinta harta atau budak dunia . . . adalah label yang buruk bagi kita

Sehingga kita mengupayakan pembelaan diri, ketika ada orang yang menyebut kita dengan label itu

Akan tetapi . . .

Tidak salah, ketika anda merenungkan beberapa karakter. Yang itu merupakan ciri-ciri pecinta dunia

Barangkali salah satu dari sekian ratus karakter itu, ada pada diri saya dan anda

Anda selalu berfikir setiap waktu, bagaimana caranya agar harta anda semakin bertambah

Anda . . . merasa sangat bahagia ketika anda berhasil menggapai cita-cita dunia

Anda sangat ambisi dalam mengejar kari anda

Anda merasa sangat tertantang ketika ada teman, tetangga yang lebih sukses secara materi

Anda selalu membayangkan, bagaimana rasanya jadi orang kaya atau lebih kaya

Anda merasa tertekan, manakala anda gagal meraih apa yang anda inginkan

Anda merasa sangat sedih dan menyesal, ketika ada salah satu harta ada yang hilang

Anda merencanakan kehidupan hingga terlalu jauh kedepan

Anda lebih pusing memikirkan pekerjaan, daripada tumpukan dosa yang terus bertambah

Anda tidak merasa bersalah ketika melakukan dosa kecil

Bahkan anda ingin, anak anda sukses dari sisi materi dan dunia dan bisa menjadi sumber penghasilan bagi anda diusia tua

Anda juga menilai orang lain berdasarkan status sosial dan dunianya

Dalam masalah ibadah, anda tidak bersiap-siap saat waktu sholat akan tiba

Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Quran, karena anda terlalu sibuk

Kajian islam bagi anda, hanyalah aktivitas pengisi waktu luang ditengah kesibukan karir anda

Anda selalu ingin menjadi pusat perhatian banyak orang

Anda sangat perhatian tentang omongan orang lain tentang diri anda

Anda terlalu sibuk memikirkan bagaimana memiliki tubuh yang ideal

Anda lebih kyusu’ ketika berdoa meminta dunia daripada berdoa meminta surga

Anda jejali doa anda untuk meminta kesejahteraan dunia daripada kesejahteraan akhirat

Anda lalui hari ini tanpa sedikitpun memikirkan kematian

Karena memang dunia, ujian bagi kita

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Inna li kulli ummatin fitnah  wafitnatu  ummatil maalu

Setiap umat memiliki ujian. Dan ujian bagi umatku adalah harta(HR. Turmudzi).

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia (bagi orang yang tidak beriman) hanyalah permainan sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbanggaan tentang banyaknya harta dan anak (QS Al Hadid – 57: 20)

Mudah-mudahan bermanfaat. Bagikan kepada oranga yang anda cintai, agar mereka juga mendapatkan kebaikan dari Nasehat Ulama ini.

Jika kita tidak punya banyak harta untuk bersedekah, tidak punya jabatan tinggi untuk merubah masyarakat, tidak punya ilmu yang mendalam menyampaikan cahaya Hidayah kepada umat, tapi mungkin kita punya akun facebook, twitter, google+ ataupun sosial media lainnya.

Apakah kita, masih ingin mencari-cari alasan untuk tidak beramal, berkontribusi dalam mencerahkan umat.

Mari saudaraku, Allah menjanjikan surga untuk kita. Rasanya tidak mungkin kita menolaknya.

Bagikan video dakwah ini, semoga kita mendapatkan manfaatnya

 

Sumber: Youtube – Yufid.TV

 

LEAVE A REPLY